
Natijah... oh, Natijah...
capeeek... capeeek...
Dua hari yang lalu alias hari Minggu saya pergi ke kampus, gak salah tuh...? hari Minggu memang bukan hari libur untuk Universitas Al Azhar Cairo. Hari Minggu di Mesir layaknya hari Senin di Indonesia. Anak sekolah, mahasiswa dan semua instansi pemerintahan kembali aktif pada hari itu. Ini adalah kunjungan pertamaku setelah ujian termin 2.
Hari itu bertepatan dengan Pesta Demokrasi untuk Masisir -mahasiswa Indonesia di Mesir- . Pesta itu bernama Pemilu Raya presiden PPMI, organisasi induk Masisir. Selepas mengikuti acara pencoblosan saya langsung berangkat ke kampus. Dengan 65 kuning -nih... mobil yang biasa ngangkut ke kampus, satu lagi 80 coret- saya sampai juga di kampus. Kabarnya hari itu natijah alias hasil ujian akan diumumkan -ditempel maksudnya-. Saya langsung menuju papan pengumuman. Dengan harapan saya bisa mengetahui hasil ujian pad hari itu. Tapi... pas sampai di depan pengumuman, naas... natijah belum turun. Udah capek, jauh-jauh datang di kampus ditambah di bis berdiri lagi... eh, natijahnya belum diumumkan. Eit... jangan 'bersedih' dulu! Masih ada satu cara buat ngeliat natijah. Apa itu? Tanya langsung ke Duktur alias Dosen. Oke... saya coba yang ini. Di lantai dua tempatnya. Saya langsung meluncur ke sana, setibanya disana, yah... dasar sial! ruangannya sudah dikunci. Kata temen-temen yang kebetulan ada disana 'dia lagi istirahat'. Ya... mesti nunggu Duktur itu kembali.
Adzan dzuhur terdengar dari mesjid yang berada di samping kampus. Mesjid itu bernama mesjid Al Azhar. Mesjid yang terkenal dengan menara kembarnya dan menara inilah yang dijadikan simbol Universitas Al Azhar, emang berawal dari mesjid ini Universitas Al Azhar itu... Saya-pun sholat berjama'ah dulu di mesjid ini. Dengerin ceramah ulama-ulama lulusan Al Azhar yang biasanya udah menjadi Imam di sebuah mesjid. Nama penceramah itu saya gak tahu yang pasti dalam ceramahnya beliau menjelaskan tentang pentingnya sholat. Beliau mengatakan, "Al 'aibu fii-na idza tarakna as Sholat, laisa fi diini-naa." Maksudnya, kecacatan itu jatuh pada kita seandainya kita meninggalkan sholat, bukan pada agama kita alias Al Islam. itulah inti yang dapat saya tangkap dari ceramah beliau.
Saya kembali ke kampus barangkali sang Duktur sudah selesai dari istirahatnya. Dengan sedikit putus asa saya ayunkan langkah kaki meniti tangga kampus. Saya kembali menuju ruangan tempat sang Duktur melayani mahasiswa yang mau kontrol natijah. Akhirnya, saya sampai di depan pintu ruangan itu. Tapi, mungkin bukan saatnya bagi saya untuk mengetahui hasil ujian pada hari itu. pas saya berdiri di depan pintu itu, 'trek' pintu itu kembali dikunci. Hilanglah kesempatan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.
Udara yang panas. Terik mentari di siang bolong waktu itu terasa membakar sekujur tubuhku. Aku pulang dengan tangan kosong. Natijah yang ku cari tidak dapat ku temui. Aku-pun pasrah. Semoga Alloh memberitahukan natijah ujianku pada waktu yang tepat dan tentunya natijah yang terbaik untukku. Amiin...
Dua hari yang lalu alias hari Minggu saya pergi ke kampus, gak salah tuh...? hari Minggu memang bukan hari libur untuk Universitas Al Azhar Cairo. Hari Minggu di Mesir layaknya hari Senin di Indonesia. Anak sekolah, mahasiswa dan semua instansi pemerintahan kembali aktif pada hari itu. Ini adalah kunjungan pertamaku setelah ujian termin 2.
Hari itu bertepatan dengan Pesta Demokrasi untuk Masisir -mahasiswa Indonesia di Mesir- . Pesta itu bernama Pemilu Raya presiden PPMI, organisasi induk Masisir. Selepas mengikuti acara pencoblosan saya langsung berangkat ke kampus. Dengan 65 kuning -nih... mobil yang biasa ngangkut ke kampus, satu lagi 80 coret- saya sampai juga di kampus. Kabarnya hari itu natijah alias hasil ujian akan diumumkan -ditempel maksudnya-. Saya langsung menuju papan pengumuman. Dengan harapan saya bisa mengetahui hasil ujian pad hari itu. Tapi... pas sampai di depan pengumuman, naas... natijah belum turun. Udah capek, jauh-jauh datang di kampus ditambah di bis berdiri lagi... eh, natijahnya belum diumumkan. Eit... jangan 'bersedih' dulu! Masih ada satu cara buat ngeliat natijah. Apa itu? Tanya langsung ke Duktur alias Dosen. Oke... saya coba yang ini. Di lantai dua tempatnya. Saya langsung meluncur ke sana, setibanya disana, yah... dasar sial! ruangannya sudah dikunci. Kata temen-temen yang kebetulan ada disana 'dia lagi istirahat'. Ya... mesti nunggu Duktur itu kembali.
Adzan dzuhur terdengar dari mesjid yang berada di samping kampus. Mesjid itu bernama mesjid Al Azhar. Mesjid yang terkenal dengan menara kembarnya dan menara inilah yang dijadikan simbol Universitas Al Azhar, emang berawal dari mesjid ini Universitas Al Azhar itu... Saya-pun sholat berjama'ah dulu di mesjid ini. Dengerin ceramah ulama-ulama lulusan Al Azhar yang biasanya udah menjadi Imam di sebuah mesjid. Nama penceramah itu saya gak tahu yang pasti dalam ceramahnya beliau menjelaskan tentang pentingnya sholat. Beliau mengatakan, "Al 'aibu fii-na idza tarakna as Sholat, laisa fi diini-naa." Maksudnya, kecacatan itu jatuh pada kita seandainya kita meninggalkan sholat, bukan pada agama kita alias Al Islam. itulah inti yang dapat saya tangkap dari ceramah beliau.
Saya kembali ke kampus barangkali sang Duktur sudah selesai dari istirahatnya. Dengan sedikit putus asa saya ayunkan langkah kaki meniti tangga kampus. Saya kembali menuju ruangan tempat sang Duktur melayani mahasiswa yang mau kontrol natijah. Akhirnya, saya sampai di depan pintu ruangan itu. Tapi, mungkin bukan saatnya bagi saya untuk mengetahui hasil ujian pada hari itu. pas saya berdiri di depan pintu itu, 'trek' pintu itu kembali dikunci. Hilanglah kesempatan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.
Udara yang panas. Terik mentari di siang bolong waktu itu terasa membakar sekujur tubuhku. Aku pulang dengan tangan kosong. Natijah yang ku cari tidak dapat ku temui. Aku-pun pasrah. Semoga Alloh memberitahukan natijah ujianku pada waktu yang tepat dan tentunya natijah yang terbaik untukku. Amiin...












salam kenal nan hangat,thx dah mampir ke blogku....keep writing yaa
Hi, bagaimana hasil natijahnya? saya harap najah dan hasilnya jiddan -.... jiddan...amin.
MOhon izin mengkopi tulisan anda untuk berbagi informasi kepada calon mahasiswa/i yang akan berangkat ke Mesir tahun ini. saya fasilitator untuk pembekalan mereka, jadi
tulis lagi dong perkembangan belajar saat ini di AL Azhar dan tolong recommend untuk contact dengan mahasiswi Al Azhar asal Indonesia agar calon mahasiswi yang akan berangkat bisa berkomunikasi. saya sudah bercontact ria dengan Sdr. Faizal.
salam kenal.
Emma Hosen (iiq-psw.blogspot.com; iiqpsw.multiply.com dan e-mail: emmahosen@big.net.id.
Terima kasih atas kunjungannya...
Buat Ibu Emma Hosen... Alhamdulillah saya najah. do'anya semoga terus diberi kelancaran oleh Alloh SWT. Masalah tulisan saya, silahkan saja kalau memang diperlukan. Saya sangat bahagia seandainya bisa berbagi.
asalamualaikum
salam kenal yah.. cuma mau komen bagus blognya.. aku ada keinginan untuk sekolah di kairo.. tapi masih tajuk rencana :)
wassalam