
Natijah; I hope I will the Best
Semenjak ujian usai, dua bulan hampir berlalu. Kegiatan yang cukup melelahkan sudah lewat dengan memeras keringat. Sebulan penuh melewati masa-masa ujian membuat kepala terasa penat. Namun kini, hampir dua bulan telah berlalu. Kepalapun sudah segar kembali. Sepertinya sudah siap kembali melewati pembelajaran secara formal. Akan tetapi hingga kini hati masih dag-dig-dug tidak karuan. Pasalnya, hasil ujian itu belum keluar sampai saat ini. Semua orang harap-harap cemas menunggu hasil perjuangan mereka selama sebulan penuh.
Natijah; memang sebuah dambaan setiap orang yang telah berusaha. Namun perlu diperhatikan bahwa natijah bukan urusan manusia. Itu adalah urusan Yang Maha Kuasa. Yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Manusia hanya diperintah untuk berusaha, masalah natijah serahkan kepada Yang Maha Kuasa semata. Dialah yang mengatur masalah natijah. Tentu semua orang mengharapkan natijah yang terbaik dalam pandangan mereka. Namun tentunya kita jangan lupa bahwa Alloh Maha Tahu yang terbaik untuk semua makhluk-Nya. Alloh sudah berjanji tidak akan mendzolimi makhluk-Nya dan Alloh tidak akan ingkar terhadap janjinya. Walaupun takkan ada yang menghukum Alloh.
Sebuah kabar angin yang cukup melegakan bagi masisir --mahasiswa Indonesia di Mesir-- membawa kesejukan sesaat. Standar kelulusan Universitas Al Azhar Kairo tahun ini diturunkan hingga 30%. Isu ini sudah menyebar dikalangan masisir sejak beberapa minggu yang lalu. Tentunya hal ini akan mempermudah dan memanjakan masisir. Sebuah kebijakan yang mungkin tepat untuk mengurangi angka rosibin tahun ini. Kebijakn untuk melakukan sweaping para pemalas di negeri seribu menara. Atau barangkali sebuah kebijakan yang diharapkan mampu membangun ghirah dan daya fikir mahasiswa yang kurang mau berfikir.
Semua memang mempunyai tujuan. Termasuk mahasiswa yang datang dari jauh menuju negeri seribu menara ini. Tentu tujuan besar mereka adalah Tholab Al Ilmi. Tapi kenapa begitu mereka menginjakkan kaki di Mesir seperti lupa dan terbuai dengan kondisi Mesir yang sangat memanjakan mereka. Masuk kuliah bisa dihitung dengan jari dalam setahun. Bahkan tidak pernah masuk kuliah sama sekali. Berangkat kuliah hanya ikut mengantri di hadapan Syuun Thulab dan mungkin hanya membeli muqorror yang baru dibaca menjelang ujian tiba. Belajar mereka adalah cara belajar para petapa di gurun sahara. Terlepas dari itu semua mereka tentu mengaharapkan natijah yang terbaik.
Saat ini, beberapa fakultas sudah mengumumkan hasil ujian mahasiswanya. Hasilnya memang penuh warna. Semuanya tidak terlepas dari lukisan Tuhan Yang Maha Kuasa, Alloh SWT. Sebagian fakultas lainnya, baru bisa memberikan kontrol nilai saja. Itupun tidak semua orang bisa. Hanya mereka-mereka yang mujur saja yang bisa untuk itu. Akan tetapi, keputusan yang baku adalah ketika natijah itu di tempatkan di papan pengumuman. Semua sudah tidak bisa diubah lagi. Kelapangan hati dan keimanan adalah saatnya diuji. Seperti mereka-mereka, saya mengharapkan natijah yang terbaik untuk diri saya. Semoga Alloh Memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amiin...
Natijah; I hoope I will the best... I'm a Winner!
Kamus
natijah : hasil
rosibin: Orang yang tidak naik kelas
sweaping: penyapuan, penertiban
ghirah: semangat
tholab al ilmi: belajar, mencari ilmu
syuun thulab: tata usaha, bagian kesiswaan
muqorror: buku pelajaran, modul
Natijah; memang sebuah dambaan setiap orang yang telah berusaha. Namun perlu diperhatikan bahwa natijah bukan urusan manusia. Itu adalah urusan Yang Maha Kuasa. Yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Manusia hanya diperintah untuk berusaha, masalah natijah serahkan kepada Yang Maha Kuasa semata. Dialah yang mengatur masalah natijah. Tentu semua orang mengharapkan natijah yang terbaik dalam pandangan mereka. Namun tentunya kita jangan lupa bahwa Alloh Maha Tahu yang terbaik untuk semua makhluk-Nya. Alloh sudah berjanji tidak akan mendzolimi makhluk-Nya dan Alloh tidak akan ingkar terhadap janjinya. Walaupun takkan ada yang menghukum Alloh.
Sebuah kabar angin yang cukup melegakan bagi masisir --mahasiswa Indonesia di Mesir-- membawa kesejukan sesaat. Standar kelulusan Universitas Al Azhar Kairo tahun ini diturunkan hingga 30%. Isu ini sudah menyebar dikalangan masisir sejak beberapa minggu yang lalu. Tentunya hal ini akan mempermudah dan memanjakan masisir. Sebuah kebijakan yang mungkin tepat untuk mengurangi angka rosibin tahun ini. Kebijakn untuk melakukan sweaping para pemalas di negeri seribu menara. Atau barangkali sebuah kebijakan yang diharapkan mampu membangun ghirah dan daya fikir mahasiswa yang kurang mau berfikir.
Semua memang mempunyai tujuan. Termasuk mahasiswa yang datang dari jauh menuju negeri seribu menara ini. Tentu tujuan besar mereka adalah Tholab Al Ilmi. Tapi kenapa begitu mereka menginjakkan kaki di Mesir seperti lupa dan terbuai dengan kondisi Mesir yang sangat memanjakan mereka. Masuk kuliah bisa dihitung dengan jari dalam setahun. Bahkan tidak pernah masuk kuliah sama sekali. Berangkat kuliah hanya ikut mengantri di hadapan Syuun Thulab dan mungkin hanya membeli muqorror yang baru dibaca menjelang ujian tiba. Belajar mereka adalah cara belajar para petapa di gurun sahara. Terlepas dari itu semua mereka tentu mengaharapkan natijah yang terbaik.
Saat ini, beberapa fakultas sudah mengumumkan hasil ujian mahasiswanya. Hasilnya memang penuh warna. Semuanya tidak terlepas dari lukisan Tuhan Yang Maha Kuasa, Alloh SWT. Sebagian fakultas lainnya, baru bisa memberikan kontrol nilai saja. Itupun tidak semua orang bisa. Hanya mereka-mereka yang mujur saja yang bisa untuk itu. Akan tetapi, keputusan yang baku adalah ketika natijah itu di tempatkan di papan pengumuman. Semua sudah tidak bisa diubah lagi. Kelapangan hati dan keimanan adalah saatnya diuji. Seperti mereka-mereka, saya mengharapkan natijah yang terbaik untuk diri saya. Semoga Alloh Memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amiin...
Natijah; I hoope I will the best... I'm a Winner!
Kamus
natijah : hasil
rosibin: Orang yang tidak naik kelas
sweaping: penyapuan, penertiban
ghirah: semangat
tholab al ilmi: belajar, mencari ilmu
syuun thulab: tata usaha, bagian kesiswaan
muqorror: buku pelajaran, modul












0 comments:
Post a Comment