myCampus

nGajak sekolah

ada apa di myCampus ???

myCampus menyajikan informasi seputar arusKampus dan kehidupan di dalamnya. myCampus berisi segla sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dapatkan informasi seputar Universitas Al Azhar Kairo, Mesir disini! Selamat menyelami myCampus...!

quranic society

"Bacalah al-Quran olehmu, sesungguhnya ia akan datang pada hari qiyamat sebagai penolong bagi sahabat-sahabatnya" (al-Hadits) "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya" (al-Hadits)

Natijah... oh, Natijah...

capeeek... capeeek...
Dua hari yang lalu alias hari Minggu saya pergi ke kampus, gak salah tuh...? hari Minggu memang bukan hari libur untuk Universitas Al Azhar Cairo. Hari Minggu di Mesir layaknya hari Senin di Indonesia. Anak sekolah, mahasiswa dan semua instansi pemerintahan kembali aktif pada hari itu. Ini adalah kunjungan pertamaku setelah ujian termin 2.

Hari itu bertepatan dengan Pesta Demokrasi untuk Masisir -mahasiswa Indonesia di Mesir- . Pesta itu bernama Pemilu Raya presiden PPMI, organisasi induk Masisir. Selepas mengikuti acara pencoblosan saya langsung berangkat ke kampus. Dengan 65 kuning -nih... mobil yang biasa ngangkut ke kampus, satu lagi 80 coret- saya sampai juga di kampus. Kabarnya hari itu natijah alias hasil ujian akan diumumkan -ditempel maksudnya-. Saya langsung menuju papan pengumuman. Dengan harapan saya bisa mengetahui hasil ujian pad hari itu. Tapi... pas sampai di depan pengumuman, naas... natijah belum turun. Udah capek, jauh-jauh datang di kampus ditambah di bis berdiri lagi... eh, natijahnya belum diumumkan. Eit... jangan 'bersedih' dulu! Masih ada satu cara buat ngeliat natijah. Apa itu? Tanya langsung ke Duktur alias Dosen. Oke... saya coba yang ini. Di lantai dua tempatnya. Saya langsung meluncur ke sana, setibanya disana, yah... dasar sial! ruangannya sudah dikunci. Kata temen-temen yang kebetulan ada disana 'dia lagi istirahat'. Ya... mesti nunggu Duktur itu kembali.

Adzan dzuhur terdengar dari mesjid yang berada di samping kampus. Mesjid itu bernama mesjid Al Azhar. Mesjid yang terkenal dengan menara kembarnya dan menara inilah yang dijadikan simbol Universitas Al Azhar, emang berawal dari mesjid ini Universitas Al Azhar itu... Saya-pun sholat berjama'ah dulu di mesjid ini. Dengerin ceramah ulama-ulama lulusan Al Azhar yang biasanya udah menjadi Imam di sebuah mesjid. Nama penceramah itu saya gak tahu yang pasti dalam ceramahnya beliau menjelaskan tentang pentingnya sholat. Beliau mengatakan, "Al 'aibu fii-na idza tarakna as Sholat, laisa fi diini-naa." Maksudnya, kecacatan itu jatuh pada kita seandainya kita meninggalkan sholat, bukan pada agama kita alias Al Islam. itulah inti yang dapat saya tangkap dari ceramah beliau.

Saya kembali ke kampus barangkali sang Duktur sudah selesai dari istirahatnya. Dengan sedikit putus asa saya ayunkan langkah kaki meniti tangga kampus. Saya kembali menuju ruangan tempat sang Duktur melayani mahasiswa yang mau kontrol natijah. Akhirnya, saya sampai di depan pintu ruangan itu. Tapi, mungkin bukan saatnya bagi saya untuk mengetahui hasil ujian pada hari itu. pas saya berdiri di depan pintu itu, 'trek' pintu itu kembali dikunci. Hilanglah kesempatan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.

Udara yang panas. Terik mentari di siang bolong waktu itu terasa membakar sekujur tubuhku. Aku pulang dengan tangan kosong. Natijah yang ku cari tidak dapat ku temui. Aku-pun pasrah. Semoga Alloh memberitahukan natijah ujianku pada waktu yang tepat dan tentunya natijah yang terbaik untukku. Amiin...


Natijah; I hope I will the Best

Semenjak ujian usai, dua bulan hampir berlalu. Kegiatan yang cukup melelahkan sudah lewat dengan memeras keringat. Sebulan penuh melewati masa-masa ujian membuat kepala terasa penat. Namun kini, hampir dua bulan telah berlalu. Kepalapun sudah segar kembali. Sepertinya sudah siap kembali melewati pembelajaran secara formal. Akan tetapi hingga kini hati masih dag-dig-dug tidak karuan. Pasalnya, hasil ujian itu belum keluar sampai saat ini. Semua orang harap-harap cemas menunggu hasil perjuangan mereka selama sebulan penuh.

Natijah; memang sebuah dambaan setiap orang yang telah berusaha. Namun perlu diperhatikan bahwa natijah bukan urusan manusia. Itu adalah urusan Yang Maha Kuasa. Yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Manusia hanya diperintah untuk berusaha, masalah natijah serahkan kepada Yang Maha Kuasa semata. Dialah yang mengatur masalah natijah. Tentu semua orang mengharapkan natijah yang terbaik dalam pandangan mereka. Namun tentunya kita jangan lupa bahwa Alloh Maha Tahu yang terbaik untuk semua makhluk-Nya. Alloh sudah berjanji tidak akan mendzolimi makhluk-Nya dan Alloh tidak akan ingkar terhadap janjinya. Walaupun takkan ada yang menghukum Alloh.

Sebuah kabar angin yang cukup melegakan bagi masisir --mahasiswa Indonesia di Mesir-- membawa kesejukan sesaat. Standar kelulusan Universitas Al Azhar Kairo tahun ini diturunkan hingga 30%. Isu ini sudah menyebar dikalangan masisir sejak beberapa minggu yang lalu. Tentunya hal ini akan mempermudah dan memanjakan masisir. Sebuah kebijakan yang mungkin tepat untuk mengurangi angka rosibin tahun ini. Kebijakn untuk melakukan sweaping para pemalas di negeri seribu menara. Atau barangkali sebuah kebijakan yang diharapkan mampu membangun ghirah dan daya fikir mahasiswa yang kurang mau berfikir.

Semua memang mempunyai tujuan. Termasuk mahasiswa yang datang dari jauh menuju negeri seribu menara ini. Tentu tujuan besar mereka adalah Tholab Al Ilmi. Tapi kenapa begitu mereka menginjakkan kaki di Mesir seperti lupa dan terbuai dengan kondisi Mesir yang sangat memanjakan mereka. Masuk kuliah bisa dihitung dengan jari dalam setahun. Bahkan tidak pernah masuk kuliah sama sekali. Berangkat kuliah hanya ikut mengantri di hadapan Syuun Thulab dan mungkin hanya membeli muqorror yang baru dibaca menjelang ujian tiba. Belajar mereka adalah cara belajar para petapa di gurun sahara. Terlepas dari itu semua mereka tentu mengaharapkan natijah yang terbaik.

Saat ini, beberapa fakultas sudah mengumumkan hasil ujian mahasiswanya. Hasilnya memang penuh warna. Semuanya tidak terlepas dari lukisan Tuhan Yang Maha Kuasa, Alloh SWT. Sebagian fakultas lainnya, baru bisa memberikan kontrol nilai saja. Itupun tidak semua orang bisa. Hanya mereka-mereka yang mujur saja yang bisa untuk itu. Akan tetapi, keputusan yang baku adalah ketika natijah itu di tempatkan di papan pengumuman. Semua sudah tidak bisa diubah lagi. Kelapangan hati dan keimanan adalah saatnya diuji. Seperti mereka-mereka, saya mengharapkan natijah yang terbaik untuk diri saya. Semoga Alloh Memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amiin...
Natijah; I hoope I will the best... I'm a Winner!

Kamus
natijah : hasil
rosibin: Orang yang tidak naik kelas
sweaping: penyapuan, penertiban
ghirah: semangat
tholab al ilmi: belajar, mencari ilmu
syuun thulab: tata usaha, bagian kesiswaan
muqorror: buku pelajaran, modul