myCampus

nGajak sekolah

ada apa di myCampus ???

myCampus menyajikan informasi seputar arusKampus dan kehidupan di dalamnya. myCampus berisi segla sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dapatkan informasi seputar Universitas Al Azhar Kairo, Mesir disini! Selamat menyelami myCampus...!

quranic society

"Bacalah al-Quran olehmu, sesungguhnya ia akan datang pada hari qiyamat sebagai penolong bagi sahabat-sahabatnya" (al-Hadits) "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya" (al-Hadits)

تحديد المقرر مادة نظم إسلامية

نقدم لكم تحديد المقرر للفرقة الثانية بكلية أصول الدين بالقاهرة مادة دراسات فى النظم والثقافة الإسلامية على نحو التالى:

(1)من أول الى ص 249 مقرر
(2)الباقى ملغى
(3)أسباب أزمة الزواج--ص 19-- مهم
(4)تعريف القضاء, حكم القضاء,شروط تولية القضاء, سلطة القاضى واختصاصه--ص 226--مهم

مع النجاح فى كل الأمور وبالله التوفيق


Syubhat Haula Al-Qur'an; Tugas Bahts

Rosululloh SAW. diutus ke dunia oleh Alloh SWT. sebagai pembawa risalah Islam. Pada awal perjalanan risalahnya Rosululloh SAW. dihadapkan dengan masyarakat Jahiliyah yang memiliki akhlak yang sangat rusak. Diutuslah Muhammad bin Abdullah sebagi pembawa risalah yang benar yakni al-Islam. Rosululloh SAW. diutus sebagai penyempurna risalah para nabi dan rosul sebelumnya.

Al-Qur'an sebagai pedoman risalah Rosululloh yang diwahyukan secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril. Al-Qur'an diajarkan, diamalkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Semua orang pada waktu itu mengakui mu'jizat (keistimewaan) Al-Quran. Namun, walaupun demikian ada diantara mereka yang enggan beriman kepada Alloh SWT. Dengan berbagai cara mereka berusaha berpaling dari ajaran yang benar. Hal ini disebabkan hidayah Alloh SWT. tertutup untuk mereka.

Sejak zaman dahulu banyak kalangan yang berusaha memalsukan Al-Quran. Hingga saat ini kelompok yang berusaha menolak Al-Quran terus-menerus berusaha untuk mencari alasan agar bisa meninggalkan Al-Quran. Muncullah yang dikenal dengan Syubuhat haula Al-Quran (Kesangsian sekitar Al-Quran). Para ulama menyajikan jawaban-jawaban atas kesangsian-kesangsian yang dilontarkan oleh kelompok-kelompok yang berusaha menolak Al-Quran.

Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, mengangkatnya menjadi mata kuliah untuk tingkat 2 ( semester 4). Di dalam diktat terdapat banyak hal yang perlu dibahas dan difahami lebih lanjut. Untuk itu DR. Thariq Abdullaah, dosen pengajar Tafsir dan Ulumul Quran di ruang 2 memberikan tugas untuk membuat Bahts (makalah) seputar Syubuhat haula Al-Quran.

Adapun maudu' bahts (judul makalah) bisa dilihat pada diktat Daf'u Syubuhat al-Muftariin haula Al-Qur'an Al-Karim halaman 12-13. Tugas ini harus diserahkan pada waktu mengikuti Muhadloroh (belajar) di Majmu'ah (ruang kelas) 2. (secepatnya!)

Demikian informasi yang saya dapatkan ketika mengikuti muhadloroh pada hari Senin (30 Maret) dua hari yang lalu. Semoga informasi ini bermanfa'at.

Selamat mengerjakan...! :)

Hadits; Tahdid Muqorror

Sunnah Rosululloh merupakan pedoman umat Muslim yang kedua setelah Al-Quran. Sunnah sebagai pedoman memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-sehari. Oleh karena itu, Hadits menjadi mata kuliah di setiap fakultas yang ada di Universitas Al-Azhar. Tentunya porsi haditsnya disesuaikan dengan jurusan masing-masing.

Fakultas Ushuluddin (theologi Islam) tingkat 2 (semester 4) misalnya, Hadits yang dipelajari seputar Zakat, Shoum, dan Haji-Umroh. Hadits yang disajikan dalam diktat biasanya hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim. Adapun kitab-kitab hadits yang lainnya sebagai pelengkap dan pembanding.

Hadits yang disajikan dalam diktat belum tentu semuanya menjadi bahan ujian. Duktur (dosen) biasanya memberikan tahdid muqorror (batasan-batasan) untuk bahan ujian. Walaupun demikian, semua hadits yang disajikan dalam diktat harus dipelajari dengan seksama. Tentunya dengan banyak membaca akan banyak pula pengetahuan yang bisa kita dapatkan dan kita amalkan.

Adapun Tahdid Muqorror (batasan diktat) untuk mata kuliah hadits tingkat 2 adalah sebagai berikut:
  1. Kitab Zakat : dari halaman 1-85
  2. Kitab Shoum : bab 1 (فضل رمضان), bab 2 (وجوب الصوم لرؤية الحلال), dan bab 5 (حكم الوصال)
  3. Kitab Haji-Umroh : bab1 (...فضل الحج), bab 2 (...العمرة ومشروعيتها), dan bab 5 (...أوجه الإحرام)
Sisanya qiroah (bacaan).

Demikian tahdid yang diberikan oleh DR. Hisyam (dosen Hadits di ruang 1), semoga bermanfa'at. Selamat belajar. Sukses study harumkan citra negeri...(study oriented).

note: kalau ada perubahan Insya Alloh akan diinformasikan lagi.

Iqro'... Iqro'... Iqro'...!!!

Sungguh!!! Tidak terasa ujian sudah di depan mata. Rasanya waktu begitu cepat berputar. Seakan baru kemarin sore mengisi lembar-lembar jawaban. Kini terus mendekat saatnya menorehkan kembali tinta juang diatas medan Imtihan.

Saat ini, mumpung masih ada waktu adalah saat yang tepat untuk mengasah 'pena juang' agar mendapat hasil yang gemilang. Dengan semangat yang tak pernah padam, dengan peperangan melawan hawa dingin yang semakin menusuk tulang, dengan pertempuran melumpuhkan rasa kantuk yang tanpa henti menyerang, jangan berhenti pula berusaha dan berdo'a.

Semoga Alloh SWT. Yang Maha Tahu, Yang memilikii hawa dingin dan panas, Penguasa siang dan malam, memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani 'skenario' yang telah Dia tentukan. Hanya kepada-Nya berserah dan bergantung.


Iqro' bismi Robbikal-ladzii kholaq,
Kholaqol-Insaana min-'alaq,
Iqro' wa robbukal-Akrom,
Alladzi 'allama bil-Qolam,
'Allamal-Insaana maa lam ya'lam...
(QS. Al-Alaq:1-5)

Natijah... oh, Natijah...

capeeek... capeeek...
Dua hari yang lalu alias hari Minggu saya pergi ke kampus, gak salah tuh...? hari Minggu memang bukan hari libur untuk Universitas Al Azhar Cairo. Hari Minggu di Mesir layaknya hari Senin di Indonesia. Anak sekolah, mahasiswa dan semua instansi pemerintahan kembali aktif pada hari itu. Ini adalah kunjungan pertamaku setelah ujian termin 2.

Hari itu bertepatan dengan Pesta Demokrasi untuk Masisir -mahasiswa Indonesia di Mesir- . Pesta itu bernama Pemilu Raya presiden PPMI, organisasi induk Masisir. Selepas mengikuti acara pencoblosan saya langsung berangkat ke kampus. Dengan 65 kuning -nih... mobil yang biasa ngangkut ke kampus, satu lagi 80 coret- saya sampai juga di kampus. Kabarnya hari itu natijah alias hasil ujian akan diumumkan -ditempel maksudnya-. Saya langsung menuju papan pengumuman. Dengan harapan saya bisa mengetahui hasil ujian pad hari itu. Tapi... pas sampai di depan pengumuman, naas... natijah belum turun. Udah capek, jauh-jauh datang di kampus ditambah di bis berdiri lagi... eh, natijahnya belum diumumkan. Eit... jangan 'bersedih' dulu! Masih ada satu cara buat ngeliat natijah. Apa itu? Tanya langsung ke Duktur alias Dosen. Oke... saya coba yang ini. Di lantai dua tempatnya. Saya langsung meluncur ke sana, setibanya disana, yah... dasar sial! ruangannya sudah dikunci. Kata temen-temen yang kebetulan ada disana 'dia lagi istirahat'. Ya... mesti nunggu Duktur itu kembali.

Adzan dzuhur terdengar dari mesjid yang berada di samping kampus. Mesjid itu bernama mesjid Al Azhar. Mesjid yang terkenal dengan menara kembarnya dan menara inilah yang dijadikan simbol Universitas Al Azhar, emang berawal dari mesjid ini Universitas Al Azhar itu... Saya-pun sholat berjama'ah dulu di mesjid ini. Dengerin ceramah ulama-ulama lulusan Al Azhar yang biasanya udah menjadi Imam di sebuah mesjid. Nama penceramah itu saya gak tahu yang pasti dalam ceramahnya beliau menjelaskan tentang pentingnya sholat. Beliau mengatakan, "Al 'aibu fii-na idza tarakna as Sholat, laisa fi diini-naa." Maksudnya, kecacatan itu jatuh pada kita seandainya kita meninggalkan sholat, bukan pada agama kita alias Al Islam. itulah inti yang dapat saya tangkap dari ceramah beliau.

Saya kembali ke kampus barangkali sang Duktur sudah selesai dari istirahatnya. Dengan sedikit putus asa saya ayunkan langkah kaki meniti tangga kampus. Saya kembali menuju ruangan tempat sang Duktur melayani mahasiswa yang mau kontrol natijah. Akhirnya, saya sampai di depan pintu ruangan itu. Tapi, mungkin bukan saatnya bagi saya untuk mengetahui hasil ujian pada hari itu. pas saya berdiri di depan pintu itu, 'trek' pintu itu kembali dikunci. Hilanglah kesempatan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.

Udara yang panas. Terik mentari di siang bolong waktu itu terasa membakar sekujur tubuhku. Aku pulang dengan tangan kosong. Natijah yang ku cari tidak dapat ku temui. Aku-pun pasrah. Semoga Alloh memberitahukan natijah ujianku pada waktu yang tepat dan tentunya natijah yang terbaik untukku. Amiin...